Sumber:
Semarang – Universitas Diponegoro (Undip) bersama mitra industri, PT Dua Putra Perkasa (DPP), mengambil langkah strategis dalam mendorong kemajuan industri udang nasional melalui pembelajaran langsung dari praktik akuakultur modern di Tiongkok.
Kegiatan ini diwujudkan melalui kunjungan kerja internasional ke sejumlah pusat industri akuakultur di wilayah Xiamen dan Guangzhou pada April 2026. Delegasi yang terdiri dari unsur akademisi, Dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof. Agus Trianto, S.T., M.Sc., Ph.D. (Dekan dan Dosen Ilmu Kelautan), Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si. (Dosen Perikanan Tangkap), Prof. Dr. Ir. Sarjito, M.App.Sc. (Dosen Akuakultur), dan Dr. Nuril Azhar, S.Kel., M.Si. (Dosen Teknologi dan Bisnis Perikanan dan Kelautan) berkontribusi dalam aspek budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, kesehatan udang, dan sistem biosekuriti. Dari Fakultas Teknik (FT) Prof. Jati Utomo Dwi Hatmoko, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D. mengkaji desain konstruksi tambak dan sistem pengairan modern untuk mendukung budidaya intensif. Sementara dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E. (Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan) dan Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph.D. (Kaprodi Magister Manajemen) menelaah aspek pembiayaan, efisiensi usaha, dan manajemen sumber daya manusia., bersama mitra industri, melakukan observasi langsung terhadap sistem budidaya udang berbasis teknologi tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari efisiensi produksi, penerapan teknologi modern, hingga pengelolaan tambak yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, diskusi strategis dengan pelaku industri setempat juga dilakukan guna membuka peluang kerja sama internasional dan transfer teknologi.
Kolaborasi antara Undip dan PT DPP ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan daya saing industri udang Indonesia di pasar global. Fokus pengembangan diarahkan pada inovasi, peningkatan kualitas produksi, serta adaptasi terhadap standar internasional.
Melalui kegiatan ini, Undip memperkuat perannya sebagai institusi akademik yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif dalam menjembatani sinergi antara dunia akademik dan industri. Harapannya, pengalaman dan pembelajaran dari negara dengan industri akuakultur maju seperti Tiongkok dapat diimplementasikan secara optimal di Indonesia. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Undip dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.